BAPPEBTI Sosialisasikan Sistem Resi Gudang


Graphic2Berdasarkan UU No. 9 Tahun 2011 tentang Perubahan atas UU No. ( Tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang, pengertiannya adalah kegiatan yang berkaitan dengan penerbitan, pengalihan, penjaminan, dan penyelesaian transaksi Resi Gudang. Sistem Resi Gudang (SRG) merupakan salah satu instrument penting dan efektif dalam sistem pembiayaan perdagangan serta dapat memfasilitasi pemberian kredit bagi dunia usaha dengan agunan investor atau barang yang disimpan di gudang.

Dimana para pelaku usaha (petani, kelompok tani, gapoktan, dan koperasi) dapat memperoleh akses pembiayaan dari bank dengan cukup menjaminkan resi gudang saja, sebagai bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang SRG sambil menunggu harga membaik.

Hal tersebut disampaikan Chepi Sumintadiredja, MM, dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan RI, Kamis (22/9) di Resi Gudang Tolengas, Kecamatan Tomo.

Selain itu, menurut Chepi, dengan SRG para petani akan memperoleh manfaat kepastian mutu dan jumlah barang karena pada saat penyimpana awal akan dilakukan uji mutu oleh Lembaga Penilaian Kesesuaian Mutu Barang, serta mendapatkan harga jual yang lebih baik dengan cara tunda jual dengan cara menyimpan dulu hasil panen di gudang kemudian dijual saat harga membaik, dan dijamin keamanannya. “Segala risiko kehilangan dan kerusakan, baik oleh hama ataupun musibah kebakaran menjadi tanggungjawab pengelola resi gudang dan petani akan mendapatkan ganti ruginya,” jelasnya.

Ditambahkan, untuk modal usaha tani pada musim tanam berikutnya ataupun keperluan lainnya, para petani, kelompok tani, gapoktan, dan koperasi akan memperoleh kredit sebesar 70% dari nilai Resi Gudang. Dengan plafon pembiayaan Resi Gudang Rp 75 juta per petani, apabila kelompok tani beranggotakan 10 orang maka plafon kelompok adalah Rp 750 juta, hanya akan dikenakan biaya bung 6% per tahun jika mengagunkan Resi Gudang di Bank (BRI dan Bank Jabar) serta tidak dikenakan biaya provisi dan biaya notaris.

Sementara itu, Kabid Perdagangan pada Disperindag, Yayat MTH, MM, mengatakan, bila melihat tujuan dan manfaatnya, “Jelas kami mendukung sekali dengan adanya SRG ini. Karena selain akan mendapatkan kualitas hasil taninya, para petani pun akan memperoleh hasil jual yang bagus, yaitu disimpan dulu di gudang, lalu dijual ketika harga sedang tinggi,” ujarnya.

Yayat berharap para petani memanfaatkan SRG untuk meningkatkan hasil taninya, yang pada akhirnya tentu akan meningkatkan kesejahteraan ekonominya.

  • Dede Supriatna wrote a review – “Terima kasih atas dimuatnya berita mengenai Sosialisasi Sistem Resi Gudang di desa Tolengas, kecamatan Tomo, Kab. Sumedang, Sosialisasi ini perlu dilakukan agar masyarakat mengenal lebih dalam tentang Sistem Resi Gudang ini, Resi Gudang ini sangat bermanfaat sekali bagi petani untuk mendapatkan harga yang lebih bagus, yaitu dengan cara melakukan tunda jual. saya kebetulan bertindak sebagai koordinator fasilitator dalam Sosiliassi SRG di kabupaten sumedang, untuk lebih jelas mengenai SRG ini hubungi saya di 081311373786 atau emailsupriatnadede10@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s