Rp1 triliun untuk Cetak 100.000 Hektare Sawah Baru


Rp1 triliun untuk Cetak 100.000 Hektare Sawah Baru


Persawahan (Helmi/dok)

Politikindonesia – Pada 2012 ini, pemerintah menyiapkan anggaran untuk mencetak sawah baru sebesar Rp1 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2012. Diharapkan, anggaran tersebut akan mampu mencetak sawah baru seluas 100 ribu hektare, disamping BUMN sendiri akan mencetak seluas 100 ribu ha.

Demikian disampaikan oleh Menteri Pertanian Suswono pada pertemuan koordinasi ketahanan pangan dalam rangka gerakan peningkatan produksi beras nasional (P2BN) dan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan (P2KP) di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (03/02).

Mentan menyatakan, jika program cetak sawah ini berhasil, berarti akan ada 200 ribu hektare sawah baru untuk  mengimbangi konversi alih fungsi lahan yang terjadi selama ini.  Tiap tahun diperkirakan sebanyak 100 ribu hektare sawah produktif beralih fungsi.

Dijelaskan Suswono, biaya untuk mencetak sawah di Kementerian Pertanian per hektare sebesar Rp10 juta. “Anggaran sebesar Rp1 triliun itu dari APBN, tentu saja kita mengharapkan pemerintah daerah mengalokasinya juga,” ujar dia.

Lebih lanjut, Mentan menyatakan, ada 4 strategi pokok yang sedang dijalankan kementeriannya, yakni pertama, peningkatan produktivitas usaha tani dengan menerapkan teknologi budidaya terutama untuk padi spesifik lokasi.

“Kita harapkan betul-betul bisa dioptimalkan, sebab peningkatan produktivitas masih memungkinkan lebih dari itu. Produktivitas kita masih rata-rata lima ton atau 5,1 ton per hektarenya, saya yakin bisa ditingkatkan dan ini tentu saja menjadi prioritas,” kata dia.

Strategi kedua, sambung dia, perluasan areal dan pengelolaan lahan. Pasalnya, tiap tahun sekitar 100 ribu hektare sawah-sawah produktif beralih .

Suswono menyebut, gejala serupa juga terjadi di Sumatera Selatan, dimana banyak sawah produktif yang kini mulai beralih fungsi menjadi lahan tanaman sawit. “Saya ingin mengingatkan jangan karena sawit lagi booming, lalu ramai-ramai ke sawit, sebab nanti kalau sawit terlalu banyak, harga akan jatuh, jadi harus dijaga,” tutur dia.

Dikatakan Suswono pula,  ke depan, pangan pokok akan menjadi komoditas yang justru sangat diperebutkan, karena pangan tidak hanya untuk kebutuhan manusia, tapi bisa juga kebutuhan energi dan kebutuhan pakan ternak.

“Karena itu sawah-sawah produktif, tolong jangan dialihfungsikan, tetapi terus dijaga dan saya minta segera bupati/walikota mengeluarkan peraturan daerah sebagai implementasi undang-undang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Tolong segera diperdakan untuk melindungi lahan-lahan pertanian produktif, karena mencetak sawah produktif mahal,” tandas Mentan.

Sumber : Politik Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s