Membunuh Karakter


PEMBUNUHAN KARAKTER DI DALAM DUNIA KERJA

OLEH : DEDE SUPRIATNA

Kelihatannya agak serem yang judulnya, “membunuh”, apa sih yang yang dibunuh, ternyata yang dibunuh bukanlah manusia tetapi adalah “Karakter”, dan menurut saya membunuh karakter ini lebihlah kejam daripada ” membunuh” dalam arti sesungguhnya. Dengan membunuh satu karakter, secara otomatis membunuh karakter – karakter lainnya, bahkan bisa menyebabkan si-empunya karakter menderita lahir bathin, kelaparan, malu, tersiksa, rasa bersalah dan lain sebagainya.

Kita dari tadi bicara melulu tentang  “Karakter”, tanpa mengetahui apa sih yang disebut karakter itu. “Karakter”  atau “Karakteristik  atau dalam bahasa Inggris “Characteristic” adalah suatu sifat orang atau bisa juga benda, atau kalau di bidang seni peran karakter bisa juga diartikan sebagai Tokoh yang akan diperankan oleh si aktor. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “Karakter” adalah tabiat ; sifat- sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lainnya.

Jadi Karakter kita simpulkan saja sebagai eksisitensi manusia dalam realita kehidupannya sebagai makluk sosial. Pembunuhan karakter atau “Character Killing”  biasa terjadi didalam kehidupan berpolitik atau didalam dunia kerja, hal ini disebabkan oleh  persaingan yang ketat, dengan tujuan untuk melemahkan kreatifitas seseorang atau sekelompok demi memenangkan persaingan tersebut, atau bisa juga karena adanya sentiment pribadi atau kelompok. Dalam dunia politik pembunuhan karakter ini biasa disebut dengan istilah black campaign, yaitu kampanye negatif dalam upaya menjatuhkan lawan melalui isu – isu negatif, terkadang tidak benar atau cenderung fitnah.

Jika dalam dunia kerja upaya menjatuhkan pesaing yaitu dengan melontarkan isu -isu negatif dan cenderung fitnah kepada Bos, dengan tujuan agar si bos hilang kepercayaannya terhadap pesaingnya tersebut, dan bisa – bisa si bos  cepat menyingkirkannya alias memecatnya atau bisa juga dengan melontarkan isu – isu negatif tersebut kepada rekan – rekan kerjanya, sengaja dibuat seperti ini agar rekan – rekan kerja tidak simpati dan membuat target tidak nyaman bekerja.  Fakta di lapangan, orang baru masuk kerja pertama kali  biasanya cenderung dinilai negatif oleh rekan – rekan kerja lainnya, orang baru biasanya selalu menjadi pusat perhatian, dikhawatirkan akan merebut jatah atau pekerjaan yang biasa dipercayakan kepadanya.

Bagaimana sih solusinya untuk menghindari pembunuhan karakter di dunia kerja ini, mungkin ini perlu saya paparkan dan jelaskan lebih dalam lagi. Pengalaman saya selama ini sering menerima pembunuhan karakter dari rekan kerja saya yang kebetulan telah kenal saya sebelumnya, dia mengetahui latar belakang , pendidikan, track record kerja saya, tetapi kenapa dia selalu meng-underestimate saya. Setelah saya mencari informasi dan introsfeksi ternyata saya lebih memmiliki peluang untuk maju di perusahaan itu . Tetapi salah  satu yang tidak saya miliki yaitu saya tidak biasa membeli “Lidah” sapi di pasar alias saya tidak bisa “menjilat” atasan. Nah mungkin karena itulah ,  perkataan-perkatan   orang itu selalu menjadi referensi si Bos tersebut.

Jangan mudah putus asa menghadapi hal seperti tunjukkan dengan prestasi kerja, bukan dibalas dengan intrik atau omongan – omongan yang tidak bermanfaat. Jika dia menampar pipi kiri kita, berikan dia pipi kanan kita, dia melempari dia dengan kotoran, balas lempari dia dengan senyuman atau batangan emas, Jika mereka menjelek – jelekkan kiat, balas dengan bagus – baguskan dia, Teruslah bekerja hingga si Bos termakan omongan orang tersebut , hingga si Bos memecat kita.!

Atau ikuti  permainan orang tersebut dalam bekerja hingga ke akar-akarnya, ketahui dengan seksama semua rahasia, bukan berarti untuk menjatuhkannya, tetapi  supaya kita bisa survive atau langgeng di perusahaan itu. Dalam sejarah, umumnya pemegang screet  suatu perusahaan jarang akan tergusur. Serta  yang paling penting kuasai semua bidang pekerjaan di perusahaan tersebut karena itu penting sebagai bekal pengalaman kita untuk bekerja di perusahaan lainnya.

Yang jelas Pembunuhan karakter –Character Killling-tidaklah baik, karena akan mengakibat orang patah semangat, putus asa, sulit berkembang/kehilangan daya kreasi bahkan dapat menyebabkan kematian jika si korban tidak kuat menghadapinya, dan bagi keluarganya tentu akan menimbulkan kelaparan, karena tulang punggungnya yang memberi nafkah tidak bekerja, otomatis dapurnya juga tidak pernah ngebul…!

Parung, 11 Februari 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s