Ambil Hikmah Dari Akhir Kehidupan Whitney Houston


“Setan terbesar adalah diriku sendiri. Saya adalah kawan atau musuh terbaik diri saya sendiri”, Kalimat ini diucapkan Whitney Elizabeth Houston ketika diwawancara wawantara ABC Diane Sawyer, 2002. tu pertama kalinya Houston mengakui gaya hidupnya yang buruk: mengonsumsi alkohol, ganja, kokain, dan obatan-obatan candu lainnya. Kecanduannya tidak terkontrol setelah membintangi film ‘The Bodyguard’ tahun 1992.

Namun, dalam wawancara itu, ia bersumpah telah meninggalkan semuanya. Diva pop yang memiliki jangkauan suara lima oktaf itu ingin meraih kembali masa jayanya. Mampu menjual 170 juta album dan single di seluruh dunia. Dan, tetap bertengger sebagai penyanyi wanita dengan penghargaan terbanyak sepanjang masa.

Keinginan peraih enam Grammy Awards kembali ke puncak tampaknya tak diiringi dengan komitmen kuat untuk “sembuh”. Pelantun ‘I Will Always Love You’ itu kembali jatuh ke jurang kelam. Alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang kembali mengakrabi tubuhnya.

Rupanya Whitney pasrah menerima kekalahan hidupnya, terjerembab dalam Alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang, meskipun sebelumnya pernah berkomitmen untuk tidak lagi terjerumus. Mungkin kalau di dalam Islam, Whitney tidak melakukan apa yang dinamaka sebagai  taubatan nasuha. Sebenar apa sih yang dinamakan taubatan nasuha ini, mengingat realitanya dalam kehidupa sehari banyak umat Islam yang mengaku taubat tetapi tidak dengan sungguh, alhasil taubat yang sia – sia, karena dalam prakteknya selalu dan selalu melaksanakan kemaksiatan – kemaksiatan.

Taubat menurut bahasa adalah kembali, dan menurut agama adalah kembali ke jalan yang benar, mengerjakan perbuatan yang baik dan meninggalkan kejahatan dan dosa . Dalam suatu hadist, Rasullah SAW bersabda : ” Bahwa setiap Bani Adam itu bersalah dan berdosa, dan sebaik – baik orang bersalah adalah mereka yang bertobat”

Taubat yang di maksud tentunya adalah taubat yang sesungguhnya (taubatan nasuha), bukan sebatas di lisan tetapi tetap melakukan kesalahan dan dosa- d0sa yang sama. Orang yang melakukan hal ini , maka digolongkan sebagai orang yang mengejek atau menghina Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang mohon ampunan dengan lisan sedang dia terus menerus berbuat dosa, seperti mengejek Tuhannya”.
Taubat yang sebenarnya (taubatan nasuha) memerlukan beberapa syarat, dianataranya yaitutaubat itu hendaknya bertitik tolak dari pengetahuan, yaitu mengetahui bahwa dia telah bersalah melakukan perbuatan dosa. Dia mengetahui bahwa perbuatan dosa yang telah dilakukannya akan mendatangkan bahaya bagi dirinya, tidak hanya didunia tetapi juga di akhirat. Dengan mengetahui hal itu, maka akan muncul rasa penyesalan dalam dirinya. Jika sudah bertaubat, dalam hal ini bertaubat secara sungguh – sungguh, taubatan nasuha, hendak harus benar meninggalkan semua perbuatan yang akan mengakibatkan dosa dan lagi – lagi terjerumus ke dalam jalan kehinaan yang berlimpah dosa yang akhir membawa kehancuran hidup seperti yang dialami oleh penyanyi berbakat  Whitney Houston, yang telah kehilangan segalanya karena taubatnya tidak benar – benar taubat, beliau selalu  mendekati hal – hal seperti Alkoho, merokok dan obat – obatan terlarang. Bertaubatlah kalian, dan jangan kau tertawakan orang mengingatkanmu, karena yang mengingatkanmu adalah sayang kepadamu.

Dalam  Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali mebagi orang -orang yang bertaubat kepada empat tingkatan, yaitu:
Tingkat pertama adalah orang yang telah bertaubat dan selalutetap menempuh jalan yang baik sampai akhir hayatnya. Hatinya tidak pernah teringat dan tergerak untuk mengulangi perbuatan dosa  dimasa launya. Inilah yang disebut dengan istiqamah, konsisten dalam taubatnya. Taubat yang semacam inilah yang dinamakan  taubatan nasuha, dan jiwa orang yang melakukannya telah sampai ke tingkat jiwa yang tenang, yang disebut Nafsu Muthmainnah (jiwa yang tenang). Dalam surat At-Tahrim ayat 8, Allah SWT berfirman :
“Hai orang- orang yang beriman! bertaubatlah dengan sebenarnya (taubatan nasuha) mudah- mudahan Tuhan kamu menghapuskan kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir sungai- sungai didalamnya……………..”(   Qs At- Tahrim: 8).
Tingkat kedua ialah orang bertaubat yang telah menempuh jalan istiqomah untuk memperbaikai dirnya , tetapi dia terkadang tidak bisa menahan dirinya dari ketertarikan untuk berbuat dosa karena dipengaruhi oleh lingkungannya. Meskipun demikian, setiap dia berbuat dosa , dia segera mencela dirinya dan menyesali perbuatannya. Jiwa orang seperti ini dinamakan Nafsul Lawwamah (jiwa yang suka mencela) karena mencela dirinya yang telah terdorong mengerjakan perbuatan dosa.
Tingkat ketiga, yaitu orang yang telah bertaubat tetapi kemudian dikuasai oleh hawa nafsu sehingga dia terjerumus untuk berbuat dosa kemabli. Meskipun demikian , ia tetap mengerjakan perintah Allah. Jiwa orang ini dinamakan Nafsu Musawwilah (jiwa yang pandai menipu).
Tingkat keempat adalah orang yang telah melakukan taubat tetapi kemudian melakukan kembali perbuatan maksiat dan dosa yang pernah dilakukannya. Ia selalu mengikuti kata hatinya untuk berbuat dosa sehingga lalai terhadap peringatan Tuhan. Jiwa orang ini disebut Nafsu Amarah (jiwa yang suka menyuruh berbuat kesalahan).

Dengan bertaubat dari segala dosa yang dilakukan, akan mengantarkan orang yang melakukannya kepada kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
Secara psikologis, orang yang bertaubat setelah melakukan perbuatan dosa akan merasakan ketenangan batin. Sebab , dia tidak akan di kejar lagi oleh bayangan dorsa dari perbuatan yang telah dilakukannya. Dalam kehidupan ini , banyak sekali kita lihat adanya orang- orang yang tertekan dan mengalami keguncangan jiwa yang pada akhirnya membuat dirinya gila, atau bahkan ironisnya adalah bunuh diri karena dikejar oleh bayangan dan ketakutan akan dosa yang telah dilakukannya. Orang yang seperti ini , tidak akan merasakan ketenangan batin dan kebahagiaan hidup selama ia belum bertaubat dari segala kesalahannya. Waalahualam bissawab….!

Parung, 13 Februari 2012

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s