Kisah Inspiratif : Dodi Seorang Office Boy Yang Bisa Lulus Sarjana


Ini saya sajikan sebuah kisah inspiratif dari sumber  www.unpad.ac.id/archives/51525 , seorang Office Boy yang bisa Lulus Sarjana. Ini bukan cerita bohong, seorang Dodi telah membuktikan bahwa setiap ada kemaun pasti ada jalan, jalan mana saja. Seperti kata teman – teman motivator lainnya, jika satu pintu tertutup maka akan dibukakan pintu – pintu lainnya. Hal itu tergantung kita sendiri , apakah kita mau mencari pintu – pintu itu. Dodi si Office Boy itu, tidak mau berjalan di tempat yang selalu menjadi OB, maka dia harus merubah nasibnya sendiri.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11 (Surat Ar=Rad ayat 11), begitulah Allah Berfirman sebagai motivasi agar umatnya tidak selalu jalan di tempat.

Dodi seorang pemuda yang bekerja sebagai OB di lingkungan Universitas Padjadjaran (Unpad).Cerita berawal, pada Rabu (8/2), -menurut laporan portal resmi Unpad- saat Dodi telah lulus kuliah dari Program Diploma III, Jurusan AdministrasiKeuangan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unpad.

Keberhasilannya ini tidak diraihnya dengan mudah, namun melalui proses yang panjang. Pria asal Sumedang ini bekerja pertama kali pada tahun 2005 sebagai seorang office boy di Bagian Biro Administrasi Umum Unpad.

“Saya kerja sebagai OB sejak tahun 2005 sampai sekarang tahun 2012. Sudah hampir 7 tahun. Lalu masuk DIII FISIP Unpad angkatan 2008. Saya menyelesaikan studi diploma 3 ini, selama 3 tahun setengah.” — Dodi.

Menyapu lantai, membersihkan sampah-sampah, melayani permintaan fotokopi, merapikan meja kursi merupakan rutinitas tugas yang harus dilaksanakan oleh Dodi selaku OB.

Diakuinya, Kepala Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga Unpad-lah yang memotivasi Dodi untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu kuliah. Maka, sejak pindah ke Unpad di Jln.Dipati Ukur Bandung pada tahun 2008, Dodi mencoba untuk mendaftar sebagai mahasiswa di Program DIII FISIP Unpad.

Biaya perkuliahannya saat dari hasil keringatnya bekerja sebagai OB dan bantuan dari berbagai pihak, sebesar 9 juta. Akhirnya, pihak fakultas memberikan arahan tentang bagaimana cara mengangsur biaya perkuliahan. Hal itu benar-benar meringankannya selain bantuan dari berbagai pihak.

Pada 2004 tidak berencana untuk kuliah setelah lulus dari MA karena terkendala biaya. Dan orangtua tidak bisa membiayai kalau Dodi ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan.

Akhirnya ditempuhlah jalan yang terbaik, bekerja sebagai OB di Unpad sambil berkuliah. Orangtuanya hanya berpesan, “Silakan saja bekerja sambil kuliah, asal bisa membagi waktu.”

Dasarnya Dodi memang cerdas dan pintar, saat memasuki semester 2 – 4 dia mendapatkan bea siswa. Prestasinya itu benar-benar sangat membantu meringankan beban biaya pendidikan perkuliahannya.

Sebenarnya tidak sedikitpun ada rasa malu pada diri Dodi selaku OB di Unpad. Tapi teman-temannya baru mengetahui bahwasannya Dodi seorang OB saat masuk semester 4.

Diakui, Dodi memang pemuda yang cerdas membagi waktu, bekerja sebagai OB sambil kuliah di tempat yang sama, Unpad.

“Biasanya habis salat subuh, saya langsung kerja. Kalau ada kuliah jam 8, saya berangkat kuliah dahulu. Kuliah jam 10 saya berangkat jam segitu. Pokoknya ngeberesin kerjaan dulu, baru berangkat kuliah.” — Dodi

Dan selama kuliah pun Dodi memang menetap di kampus, tepatnya di Grha Sanusi Hardjadinata. Saat ditanya, “Apakah akan melanjutkan ke jenjang S1?” Dodi menjawab, “Lihat dulu aja… Kalau biayanya besar pikir-pikir dulu.”

Itulah kisah yang sangat inspiratif dari putra pasangan Uha (60) dan Mien (50) yang merupakan warga asli Jatinangor. Kalau kita sering mendengar -selama ini- ada kisah OB yang bergelar sarjana, kesannya klise tapi ternyata kisahnya memang ada, semoga akan ada OB – OB lainnya yang mengikuti jejak langkah Dodi ini, Kesimpulannya bahwa jika ada kemauan yang kuat, keterbatasan atau hambatan apa pun pasti tidaklah menjadi persoalan.  Waalahualam Bissawab..!semoga bermanfaat.

Parung. 13 Februari 2012

2 pemikiran pada “Kisah Inspiratif : Dodi Seorang Office Boy Yang Bisa Lulus Sarjana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s