Media Sosial : Perpanjangan Pikiran Manusia


Pagi ini sambil nyeruput kopi, melihat semua isi status. Isinya macam – macam, ada yang informatif,  posting gambar, tautan dari berbagai situs, dakwah, dan yang paling curahan hati entah itu curahan hati senang atau sedih, kesal, marah dan kecewa. Dan masih banyak lagi. Di sini saya mau membahas tentang fungsi jejaring sosial ini sebagai tempat mencurahkan hati.

Dahulu sebelum ada facebook, twitter, atau jejaring sosial lainnya. Untuk mencurahkan hati bisa kepada teman dekat, atau jika masih kurang percaya juga bisa curhat melalui Buku harian atau diary. 

Perkembangan teknologi informasi khususnya dengan kemajuan di bidang internet telah mengubah semuanya, frekuensi bertemu dengan teman untuk sekedar curhat sudah berkurang, sekarang bisa curhat bukan kepada satu teman saja, bisa mengirit biaya langsung curhat ke seluruh teman di seluruh dunia. McLuhan memetakan sejarah kehidupan manusia ke dalam empat periode: a tribal age (era suku atau purba), literate age (era literal/huruf), a print age (era cetak), dan electronic age (era elektronik). Menurutnya, transisi antar periode tadi tidaklah bersifat bersifat gradual atau evolusif, akan tetapi lebih disebabkan oleh penemuan teknologi komunikasi.

Menurut McLuhan kita sekarang berada dalam era “The Electronic Age” . Era ini juga menandai ditemukannya berbagai macam alat atau teknologi komunikasi. Telegram, telpon, radio, film, televisi, VCR, fax, komputer, dan internet. Manusia kemudian menjadi hidup di dalam apa yang disebut sebagai “global village”. Media massa pada era ini mampu membawa manusia mampu untuk bersentuhan dengan manusia yang lainnya, kapan saja, di mana saja, seketika itu juga.

Inti dari teori McLuhan adalah determinisme teklologi. Maksudnya adalah penemuan atau perkembangan teknologi komunikasi itulah yang sebenarnya yang mengubah kebudayaan manusia. Jika Karl Marx berasumsi bahwa sejarah ditentukan oleh kekuatan produksi, maka menurut McLuhan eksistensi manusia ditentukan oleh perubahan mode komunikasi.

Sepertti hal zaman teknologi industri dimana tenaga manusia digantikan oleh mesin, yang mengakibatkan membludaknya pengangguran. Begitu juga di era teknologi komunikasi ini, terutatama semakin mudahnya manusia mengakses internet, di mana berbagai situs jejaring sosial gratis telah melunturkan  aktifitas sosial , terutama terutama hubungan antar manusia menjadi lebih praktis dan lebih mudah melalui dunia maya ini. Masih menurut McLuhan, Media Massa sebagai akibat pesat perkembangan teknologi informasi  adalah perpanjangan atau eksistensi dari indrawi manusia (Extension of Man). Media tidak hanya memperpanjang suatu tempat, informasi dan peristiwa tetapi juga seperti yang saya sebutkan menjadikan hidup kita lebih efisien.

Dilema yang kemudian muncul seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi komunikasi adalah bahwa manusia semakin didominasi oleh teknologi komunikasi yang diciptakannya sendiri. Teknologi komunikasi bukannya dikontrol oleh manusia namun justru kebalikannya, kita yang dikontrol oleh mereka.

Contohnya sehari saja kita tidak buka facebook atau jejaring sosial lainnya kita sudah gelisah, takut kehilangan informasi atau gatal ingin posting status, supaya teman atau kekasih mengetahui kegelisahan hati kita. Contoh Iklan XL, bahwa untuk mengucapakan kata maaf si Marwan Terhadap Mawar, meskipun Handphone si Mawar tidak aktif dia bisa  posting kata maafnya di jejaring sosial, secepat kilat..!

Bahkan jika dulu orang itu melakukan “Pengakuan Dosa” harus ke gereja sekarang beberapa orang yang nekat melakukan pengakuan dosa melalui facebook, Curhat merupakan kebutuhan psikologis manusia, sebagai makluk sosial manusia memiliki keinginan untuk didengarkan, dihargai, diperhatikan dan disayangi, oleh karenanya banyak orang yang merasa senang jika status FB di-Comment oleh teman – teman, tetapi sebaliknya jika gak ada yang comment atau sekedar kasih thumb amat jengkel. Curhat sangat penting untuk meringankan beban pikiran manusia agar lebih rileks lagi. Dengan perkembangan teknologi informasi sekarang kita dapat melakukan curhat secara online. Oleh Karena jika ada status di Jejaring Sosial cobalah Anda paksakan untuk Comment minimal kasih jempol…!

Dede Supriatna

Parung, 15 Februari 2012

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s