KISAH BANG MAMAN DARI KALIPASIR


Kisah “Bang Maman dari Kalipasir” sangat menggelitik hatiku sebagai orang tua, bagaimana tidak kisah yang amat super ini, dimasukkan sebagai bahan pelajaran anak SD kelas II dalam LKS (Lembar Kerja Siswa) Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta. Di saat terpaan media mass, dalam hal ini Televisi, dimana peran orang tua  harus mendampingi mereka dalam mengkonsusmsi tayangan media televisi juga media sosial seperti facebook dan game internet. Kini muncul bacaan – bacaan dari dunia pendidikan yang saya rasa kurang berkenan di hati orang tua. Anak – anak SD sejak kelas II harus mengenal kata – kata yang kurang mendidik seperti istri simpanan, perselingkuhan, pembunuhan dan kata – kata lainnya yang tidak baik diucapkannya.

Merujuk pada pengalaman saya, sebagai orang terkadang anak kita, harus mengetahui kata-kata atau kalimat yang belum waktunya mereka mengetahuinya, pernah anak saya menanyakan arti dari “istri muda”. Tentu saja saya sontak terkejut anak SD ingin mengetahui kata – kata seperti itu, itu belum saatnya dia mengetahui karena anakku bukanlah “bocah rembulan” atau “bocah karbitan” meminjam istilah dari Bang Iwan Fals.

Idealnya seorang anak kita didik dengan budi pekerti yang baik, meskipun kurang berprestasi, agar kelak mereka tidak terjerumus ke alam liar, seperti ikut – ikutan jadi anak “Funk” , “Geng Motor” atau lebih jauh lagi jadi pecndu narkoba, Nauzbillah mindailik,,,!

Memang peran serta orang tua dalam pendidikan anak memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan sekolah, tetapi kita juga di sisi lain harus mencari nafkah untuk anak -anak kita yang terkadang kontrol terhadap mereka dalam pendidikan khususnya pendidikan budi pekerti teramat lemah, karena setiap hari anak kita menonton TV, mereka akan begitu saja menerima message yang disampaikan tanpa bimbingan kita dan memberinya pengertian. Jika anak kita terbiasa mendengar kata -kata yang tidak baik akan tersimpan dalam memori sumur hidup. Memang mungkin, buku pelajaran yang lainnya juga banyak memuat cerita versi yang sama seperti kisah bang maman ini.

Tetapi anehnya juga kok Kemendiknas bisa meloloskan bahan pelajaran yang memuat cerita ini, kok baru sekarang setelah beberapa orang tua siswa komplain. Nah ada apa sebenar ini? untuk lebih jelasnya coba simak kisah bang Maman ini , supaya kita lebih jelas :

nilah kisah Bang Maman dari Kali Pasir disarikan dari buku LKS SD kelas 2 yang menghebohkan itu:

Bang Maman adalah pedagang buah di Kali Pasir. Bang Maman mempunyai anak perempuan bernama Ijah dan berkata ingin menjodohkannya dengan Salim anak Pak Darip orang kaya di Kali Pasir. Tak lama setelah Salim dan Ijah menikah, Pak Darip meninggal dunia. Pak Darip meninggalkan harta warisan berupa kebun yang sangat luas kepada Salim.

Salim tidak bisa mengurus kebun peninggalan ayahnya, dan minta Kusen mengurusnya. Istri Kusen mempunyai rencana jahat, dia meminta suaminya menjual kebun Salim. Setelah kebun dijual mereka melarikan diri. Salim menjadi miskin, harta warisan ayahnya sudah habis. Akhirnya Salim berjualan buah di pasar.

Bang Maman mengetahui Salim telah jatuh miskin. Bang Maman ingin Ijah bercerai dengan Salim, karena Salim telah jatuh miskin. Ijah tidak mau, biar miskin Ijah tetap setia kepada Salim.

Akhirnya Bang Maman meminta bantuan kepada Patme supaya berpura-pura menjadi istri simpanan Salim. Patme setuju atas permintaan Bang Maman. Kemudian Patme datang ke rumah Salim dan berbicara dengan Ijah. Patme mengaku sebagai istri Salim. Patme dan Ijah bertengkar. Ijah merasa kecewa dan marah kepada Salim.

Kemudian Salim memberikan penjelasan kepada Ijah, namun Ijah tidak percaya. Akhirnya Salim pergi meninggalkan Ijah.

Suatu hari Ijah berkenalan dengan Ujang. Ujang Adalah seorang perampok yang sudah lama dicari polisi. Dengan menyamar seperti orang kaya Ujang datang melamar Ijah. Lamaran Ujang diterima dan akhirnya Ujang dan Ijah menikah.

Pada saat pernikahan berlangsung datanglah polisi menangkap Ujang dan gentong. Mereka sudah lama dicari polisi karena sebagai perampok. Namun Ijah tidak tahu kalau mereka sebagai perampok. Mereka akhirnya dibawa ke kantor polisi dan Bang Maman sebagai saksi.

Polisi minta agar semuanya tenang. Dijelaskan oleh polisi bahwa yang ditangkap itu adalah buronan. Mereka ditangkap karena sering berbuat jahat. Mereka suka merampok dan menipu. Akhirnya pesta perkawinan berangsur-angsur bubar.

Nah bagaimana, apakah cerita cocok untuk anak – anak, kenapa tidak dibuat saja tentang cerita persahabat antar teman, petualangan, kesetiaan, kejuajuran, dan masih banyak lagi cerita lainnya yang sangat bermanfaat bagi anak – anak khususnya anak -anak Sekolah Dasar.

Saya menyambut baik ditariknya buku pelajaran ini, meskipun terlambat. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Majulah dunia pendidikan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s