kisah inspiratif mimpiku


Hidup ini ibarat suatu pertaruhan jiwa, kadang kita tidak tau siap yang kita cintai, apa benar dia itu layak kita cintai. Berpura2kah dia mencintai kita, karena terpaksa atau ada something yang tersembunyi kita tidak tau. Hidup ini ibarat lakon spy agen 007. tidak mengenal siapa lawan dan siapa kawan. Intinya saya mungkin bisa mencintai manusia hanya 80 % suadah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tetapi untuk Allah SWT, Rasullah, Orang Tuaku dan anak2ku aku bisa mencintai dengan totalitas 100 %. Istri bisa selingkuh, teman bisa berkhianat, sahabat bisa menikam, partner bisa mbalelo . tetapi Allah, Rasullah, Anak2ku dan Orang tuaku tidak mungkin bisa berkhianat, jika pun ada anak yang berkhianat, kita cap saja sebagai anak “durhaka”.

Ini memang bukan kejadian yang sebenarnya, kisah ispirasi ini ada dalam mimpiku, yang dimana dari kejadian ini bisa kita ambil hikmat bahwa cinta kita, jangan terlalu kita berikan 100 % kepada orang yang kita cintai, syahdan dalam mimpi itu :

” Aku meminpin suatu petualangan ekspedidi ke melewati sebuah hutan belantara yang banyak mara bahaya siap mengintai, aku dan rombongan, kuturut sertakan juga kekasih hati, dalam perjalanan aku pastikan semua harus selamat, makanya sebagai pemimpin aku selalu berada di garis terdepan melindungi mereka dari serangan – serangan musuh. Aku amat mencintai kekasihku dan anak buahku, tidak ingin mereka terluka atau mati kelaparan, lebih baik aku yang terluka daripada mereka yang terluka, lebih baik aku yang kelaparan daripada aku yang kelaparan. Karena sifatku ini rasanya, tidak mungkin mereka berkhianat, karena komuniaksi yang baik pun selalu terjalin dengan anak buahku. Jika sedang menghadapi musuh aku selalu berada di garis depan kusuruh ajudanku untuk melindungi kekasihku, berkali -kali kami selalu terlibat dalam suatu pertempuran sengit guna melindungi kami dari serangan – serangan perompak, Alhamdulillah kami selalu memenangkan pertempuran itu, hingga di akhir perbatasan kami menghadapi pertempuran yang teramat sulit, banyak anak buahku yang terluka dan tewas, aku tak mau banyak kehilangan orangku dan kakasihku, aku mendorong rombongan agar lebih dekat ke zona aman di perbatasan sehingga akulah yang tertinggal sendiri di medan pertempuran, terlalu banyak perompak yang menyerang dari setiap penjuru, sehingga aku kewalahan, begitu banyak luka di sekujur tubuh, dengan sekuat tenaga kulawan mereka, hingga titik darah penghabisan, dengan sekuat tenaga akhirnya aku mampu menghabisi para perompak, aku berjalan gontai, peluh bercampur darah mengalir dari sekujur tubuh, Tak dinyana dan tak diduga, kekasih dan anak buahku melihat keadaanku seperti ini, bukan menolalongku malah meninggalkanku dalam keadaan terluka parah, mereka mengira aku akan mati,terlihat senyum tersungging di bibir kekasihku menatapku dengan senang, begitu juga ajudanku, dan ternyata ada juga anak buahku yang nampak sedih meninggalkanku karena terpaksa. Seharian aku tersungkur ditanah sehingga tak sadarkan diri, 2 hari kemudian aku terbangun dari pingsan, seorang baik hati menolongku, yang terluka, diobati dengan pengobatan trasional, dan tiba2 aku terbangun dari mimpiku, kala adzan subuh berkumnadang, kutunaikan kewajiban, dan kuambil hikmah mimpiku tadi malam”

Itulah hikmah dari mimpuku itu, bahwa jangan ita terlalu mencintai manusia melebihi cinta kita kepada Allah SWT. Wajar saja, jangan samapi mabuk kepayang.

Parung, 19 April 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s