Mencoba Menulis Lagi,,,,,,,,


Menulis itu tidak ubahnya seperti saya disuruh mengarang oleh guru bahasa Indonesia, selalu saja saya awali dengan kalimat ; “Pada Suatu Hari”, terus – menerus saya pakai hingga kelas 2 SMP, barulah ketika di kelas 3 SMP, saya sudah tidak memakai kalimat ini, yang saya heran selama saya menggunakan kalimat, “pada suatu hari” tersebut karangan saya selalu mendapat nilai bagus. Ternyata mengarang atau menulis itu, haruslah dibawa enjoy jangan dibawa stress apalagi terbebani untuk mendapatkan nilai bagus.Saya merasa “enjaoy” dengan awalan kalimat pada suatu hari, dan saya tidak ambisi untuk mendapatkan nilai bagus dalam pelajaran mengarang itu.Jadi jika kita tidak punya beban apa – apa, karangan saya begitu saja tertulis diatas kertas hinggga 4 halaman kertas HVS, Nah untuk menghidupkan kembali daya kreatifitas dalam menulis saya coba akan menghidupkan kembali kalimat pada suatu hari dalam tulisan saya, mungkin kalimat “pada suatu hari ini” akan banyak mengalami modifikasi sejalan dengan dinamisasi zaman.
Banyak orang yang memiliki keinginan untuk menulis tetapi tidak memiliki keberanian, menuangkan uraian kata – kata di atas kertas ata blog yang dimilikinya. Sejuta ketakutan sudah terbayang di depan mata, takut tulisannya jelek atau tidak sukai orang atau juga tidak ada orang yang berminat untuk membacanya. Masalah hasilnya jelek atau tidak –tidak ada yang membacanya– itu masalah belakangan yang pentingan sekarang cobalah untuk dimulai dengan kalimat – kalimat yang kita sukai, misalnya ; “pada suatu hari, pada suatu ketika, suatu waktu” dan lain – lain. Lupakanlah dulu kaidah – kaidah bahasa indonesia. Anggap saja kita sedang mengerjakan “PR” peajaran mengarang di sekolah atau juga anggap kita sedang ngobrol di warung kopi. Novelis Iwan Simatupang pernah menyayangkan bahwa karya – karya filsafat terbaik bangsa Indonesia menguap begitu saja di warung dalam obrolan di warung – warung kopi.
Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Banyak tokoh penulis atau pengarang yang berawal dari hobinya membaca buku, atau membaca bukunya tersebut bukan sekedar hobi tetapi adalah suatu kebutuhan hidupnya. Dengan membaca dapat membukan wawasan yang luas, yaitu pola pikir tidaklah seperti ” Katak dalam tempurung”, tahunya cuma itu – itu saja, atau hidup dikontrakan rumah ukuran 4 L (Lu Lagi Lu Lagi). Dengan banyak penggemar buku, dapat berdampak pada bermunculannya penulis – penulis handal yang menggantung hidupnya dengan menulis, karena buku – bukunya banyak dibeli dan dibaca orang. Buku – buku adalah amunisi pengarang atau penulis, beda dengan pelukis yang harus mengeluarkan modal dengan membeli perlengkapan lukisannya yang sekarang sudah cukup mahal, seperti kanvas, cat minyak atau cat air, tripod lukisan, dan lain – lain. Penulis atau pengarang tidaklah perlu beli buku – buku mahal, bisa beli buku bajakan di pasar Senen , buku obralan, atau juga berkunjung ke perpustakaan, atau sekedar berdiri beberapa jam di toko buku sekedar untuk membaca buku dagangan, Seperti Kawan saya yang sekarang sudah menjadi Penulis terkenal, dulunya kalau ngajak ke toko buku bukan untuk membelinya, tetapi untuk sekedar membaca saja, sambil mencatat, apalagi kalau berkunjung ke perpustakaan dia bisa lebih nekat pinjam tetapi lama dikembalinnya, samapai – samapai bukun saya juga belum dikembalikan.
Tulisan ini belum pernah saya publikasikan sebelumnya, kalau mau copas siahkan, tetapi jangan lupa ya, sebut nama saya sebagainya mpu -nya, Kalau suka bisa diberi thum atau dishare ulang. Saya hanya memotivasi teman – teman yang sudah kehilangan motivasi untuk menulis. Menulis untuk bukan sekedar bakat tetapi bisa dipelajari dan dilatih, intinya jangan malu – malu untuk menulis baik di “catatan FB ” atau “Blog”, syukur – syukur tuisan anda disukai penerbit kan Anda akan jadi “Mendadak Dangdut” eh mendadak jadi Penulis atau Pengarang.

Lanjutkan Menulis,,,,,!

Parung, 10 Januri 2013

2 pemikiran pada “Mencoba Menulis Lagi,,,,,,,,

  1. @idah, makasih apresiasinya, saya tertarik juga untuk mengikutinya, give away -idah, tetapi apa tidak terlalu tua saya mengikutinya, usia saya sdh 40, pasti yang ikut anak – anak muda, seusia dengan idah ceris

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s