Jangan Bosan Untuk Berbuat Baik


Pernahkah Anda berbuat baik? Tentunya siapa pun Anda , setidaknya pernah berbuat baik. Agama mana pun di dunia, amat menganjurkan untuk selalu berbuat baik. Islam mengajarkan umatnya untuk berbuat baik, Kristen , Hindu  dan Budha juga demikian. Jadi berbuat baik  adalah hak setiap orang bahkan orang – orang yang tidak beragama pun pasti dalam hidupnya pernah berbuat baik. Berbuat baik adalah pencitraan terhadap diri seseorang. Orang akan dinilai baik  atau tidaknya tergantung dari perbuatan baiknya dalam kehidupan sehari – hari. Meskipun terkadap perbuatan baik seseorang terkadang tidak ikhlas atau keluar dari hati nuraninya, amat tendensius karena ingin dipandang orang, bahwa dirinya “orang baik”. Makanya demi aktualisasi dirinya , dia amat senang sekali perbuatan baiknya diekspos atau diketahui oleh orang lain (Mati – matian mencitrakan dirinya sebagai  kaum Budiman).Sementara  Ada juga orang berbuat baik karena ikhlas,dan tidak mau diketahui orang lain, bukankah agama Islam mengajarkan jika tangan kanan memberi maka tangan kiri tidak perlu tahu.

Perbuatan baik manusia amat dibutuhkan, terutama jika sudah berhubungan dengan orang yang amat membutuhkan bantuan. Dan perbuatan memberi itu sangat dianjurkan oleh agama Islam,daripada kita harus selalu meminta (diberikan bantuan). Diriwayatkandari Hakim bin Hizam bahsanya Rasullah SAW bersabda : “Tangan di atas (memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (yang diberi), dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu. Sebaik – baik nya sedekah yang dikeluarkan oleh orang yang mempunyai kelebihan.Barang siapa yang menjaga kehormatan dirinya maka Allah SWT akan menjaganya dan barang siapa  merasa dirinya cukup, maka Allah akan mencukupkan kebutuhannya “ (Shahih Bukhari, lagi – lagi saya kutip hadist).

Dr. ‘Aidh al- Qarni pengarang buku, “La Tahzan (Jangan Bersedih” menasehati kita dalam tulisannya bahwa Berbuat Baik Terhadap Orang Lain,Melapangkan Dada.
Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan seramah wujudnya, dan
kebaikan sebaik rasanya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat
merasakan manfaat dari semua itu adalah mereka yang melakukannya.
Mereka akan merasakan “buah”nya seketika itu juga dalam jiwa, akhlak,dan nurani mereka. Sehingga, mereka pun selalu lapang dada, tenang,tenteram dan damai.
Ketika diri Anda diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama manusia, niscaya Anda akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati. Sedekahilah orang yang papa, tolonglah orang-orang yang terzalimi, ringankan beban orang yang menderita, berilah makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bantulah orang yang terkena musibah, niscaya Anda akan merasakan kebahagiaan dalam semua sisi kehidupan Anda!
Perbuatan baik itu laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya.
Dan manfaat psikologis dari kebajikan itu terasa seperti obat-obat manjur yang tersedia di apotik orang-orang yang berhati baik dan bersih.
Menebar senyum manis kepada orang-orang yang “miskin akhlak”
merupakan sedekah jariyah. Ini, tersirat dalam tuntunan akhlak yang berbunyi, “… meski engkau hanya menemui saudaramu dengan wajah berseri.”
(Al-Hadits)
Sedang kemuraman wajah merupakan tanda permusuhan sengit
terhadap orang lain yang hanya diketahui terjadinya oleh Sang Maha Gaib.

Seteguk air yang diberikan seorang pelacur kepada seekor anjing yang kehausan dapat membuahkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Ini merupakan bukti bahwa Sang Pemberi pahala adalah Dzat Yang Maha Pemaaf, Maha Baik dan sangat mencintai kebajikan, serta Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Wahai orang-orang yang merasa terancam oleh himpitan kesengsaraan,kecemasan dan kegundahan hidup, kunjungilah taman-taman kebajikan,sibukkan diri kalian dengan memberi, mengunjungi, membantu, menolong,dan meringankan beban sesama. Dengan semua itu, niscaya kalian akan mendapatkan kebahagiaan dalam semua sisinya; rasa, warna, dan juga hakekatnya.
{Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya. Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Rabb-nya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.}

Berbuat baik, kita sebut dengan nama lain adalah berbagi kepada orang lain, sebagaimana sering dikatakan oleh pengamen jalanan di atas bis kota, bahwa dengan memberi 100 – 200 rupiah tak aka miskin, sepikiran dengan Anne Frank penulis buku, “ The Diary of a Young Girl “.

Eni Kusuma, penulis buku  “Anda Luar Biasa” yang juga seoran mantan TKW di Hong Kong, mengatakan menulis bahwa ,

“Konon, menjadi orang yang baik itu sulit dan identik dengan menderita, sehingga sangat tidak nyaman. Betapa tidak menderita, jika menjadi orang baik itu harus mengalah, sabar, menahan diri, jujur, tidak egois, bahkan tidak memikirkan kesenangan pribadi. Apalagi, jika kita dicekoki tayangan-tayangan televisi seperti sinetron yang memperlihatkan betapa menderitanya menjadi orang baik, selalu menjadi bulan-bulanan tokoh antagonis atau tokoh jahat. Akhir cerita pun juga tidak nyaman yaitu harus memaafkan, yang merupakan bagian dari sifat orang baik. Benarkah menjadi orang baik sangat tidak nyaman?

Menjadi orang baik sebenarnya sebuah proses untuk kembali kepada fitrah kita sebagai manusia yang sesungguhnya. Maka, manifestasi dari sifat baik adalah berbuat baik pada diri sendiri, berbuat baik pada orang lain, berbuat baik pada lingkungan, dan mengikhlaskan ketaatan kepada Sang Pencipta, secara seimbang. Jika orang lain kita anggap atau kita nilai tidak baik, tidak adil terhadap kita, itu bukan urusan kita. Urusan kita adalah menjaga agar kita tetap menjadi orang baik dengan mengendalikan diri agar keseimbangan emosi kita tetap terjaga

Karenanya berbuat baik itu sehat itu jasmani dan rohani kita. Jasmaninya, dengan perbuatan baik , kita akan menolong orang banyak dari himpitan kesulitan teutama bagi yang amat membutuhkannya. Rohaninya, perbuatan baik tidaklah mengharap balasan dari manusia tetapi balasan dari Sang Khalik, untuk bekal di akherat nanti.

So, sudahkah Anda berbuat baik?

Parung, 15 Januari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s