Belajar Menghargai Pendapat Orang Lain


Memang sulit jika terbiasa dihargai, untuk menghargai orang lain. Orang yang tidak biasa menghargai orang lain, terkadang secara tidak sadar terlihat dari tindakan dan ucapannya dalam kehidupan sehari – hari. Ingin selalu benar dan benar, hanya pendapatnyalah yang benar, pendapat orang lainlah yang salah. apalagi pendapat itu keluar dari orang yang status lebih rendah. Bukannya menghargai, malah menghina atau mengejek. Banyak orang yang memang bodoh secara pemikiran, tetapi rezekinya bagus dan dia memegang posisi. Tidak pernah mau mendengar pendapat bawahannya, karena dialah yang pintar, bawahannya bodoh semua. Orang lain harus mengakui kehebatannya, dan wajib untuk memuji setinggi langit. Padahal pujian itu adalah ujian, tentang sejauhmana kita pantas tidaknya kita menerima pujian tersebut

Orang ini bukanlah pintar, tetapi dia licik. Licik amatlah beda dengan pintar atau pandai. Kepandaian bisa diperoleh dengan belajar atau dari pengalaman. Orang yang licik atau culas cenderung banyak musuh dan orang pandai cenderung banyak temannya, karena dengan kepandaiannya, orang – orang berharap dapat tertular kepandaiannya.

Bicara tentang menghargai orang lain tidak lepas dari tentang sejauhmana kita mendalami arti  “Demokrasi”. Menghargai pendapat orang lain adalah salah satu bagian dari hidup berdemokrasi. Jika kita sudah bisa menghargai pendapat orang lain barulah kita bisa hidup berdemokrasi.

Pemaksaan kehendak bukanlah cerminan jiwa demokrasi, itu adalah sikap otoriter. Dan sikap otorier ini jelas sudah gak zamannya lagi, apalagi di era reformasi ini, dimana setiap orang bebas untuk bicara dan mengemukakan pendapatnya. Mungkin pada era orde baru kita takut untuk bicara, karena kita masih menghargai eksistensi orang – orang tua kita. Dulu prilaku ini terkenal dengan “Mikul duwur, mendem jero”. Tetapi sekarang peribahasa ini sudah tidak berlaku lagi di era reformasi ini.

3 pemikiran pada “Belajar Menghargai Pendapat Orang Lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s