Ikut Reformasi


Di sebuah perkampungan kumuh hidup sepasang suami istri yang sudah dikaruniai 7 orang anak. Suaminya baru beberapa bulan  menjadi korban PHK,  ketika itu  sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

“Paaak, tidur aja di rumah!, mendingan sana ikut reformasi!” bentak sang istri

“Emang kenapa, bu? Bapak kan bukan mahasiswa. Bapak  tidak mau harus ke gedung MPR teriak – teriak . Bapak sudah tua, bu ! Nanti dikira provokator lagi!” sahut sang suami tak kalah galaknya

“Bukan harus demonstrasi seperti mahasiswa, pak!  lihat para tetangga berbondong – bondong bawa kulkas, TV, Mesin, Kompor  Gas, !” Jawab sang istri sewot.

“Itu sih namanya  ngejarah” jawab sang suami

4 pemikiran pada “Ikut Reformasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s