Prompt # 21 : Untuk Cinta Apa Saja Kan Kulakukan!


” Duhai sayangku betapaku menginginkanmu sampai mati. Parutkan luka yang teramat dalam oh kasih” , itulah sesuatu yang selalu ada di benakku untuk mas Arya, orang yang sangat aku cintai dan sayangi. Pengorbanan dan kesetiaannya telah membukakan mata orang – orang yang selalu  menyangsikan cinta kami. Untuk mas Arya aku akan melalukan dan memberikan apa saja !

Ingat suatu kejadian yang tak pernah aku lupakan seumur hidupku, ketika aku sedang bermesraan denga mas Arya. Ketika mas Arya ingin melepaskan hasratnya padaku. ” Ra, berikanlah aku semua hangatnya oh dirimu. Berikan aku arti hidup. Suguhkan segala raga dan jiwamu untukku”. Mas Arya terus mencurahkan segala hasratnya, sementara aku ada perasaan mau tak mau, mau ya karena aku mencintainya, dan tak maunya aku takut dosa, aku yakin ini masih terlalu tabu untuk kulakukan saat ini karena aku dan Mas Arya belum terikat tali perkawinan.

Belum lagi kami melanjutkannya, tiba – tiba dari sudut sebuah taman  yang agak gelap sesosok bayangan hitam bersuara dengan lantang,  ” Hentikan perbuatan terkutuk Kalian!”. Kami pun tergaget mendengarnya secepat kilat aku dan mas Arya berkemas.

Tak beberapa lama, bayanga hitam itu mendekat dan makin terlihat jelas, dan ternyata keparat itu, keparat yang selalu mengganggu dengan sms – sms konyolnya. Hampir setiap hari dia selalu sms. Dan aku membiarkannya tak pernah membalas sms keparat itu. Pernah suatu ketika sangat  kesal, aku permainkan saja. Sengaja aku minta dikirimi pulsa dengan alasan untuk membalas sms-nya. Tetapi tetap saja , aku tak pernah membalas smsnya meskipun dia kirim pulsa. Aku membiarkan  cintanya bertepuk sebelah tangan

“Dasar orang yang tak diri, menganggu kesenangan orang saja” Bentak mas Arya kepada orang itu. Nama orang adalah Fathan, tetapi aku benci menyebut naman itu , maka aku menyebut Fathan dengan sebutan “Keparat”. Sebuah penyebutan nama untuk manusia yang paling aku benci.

“Kalian telah melakukan perbuatan tidak senonoh dan akan mencemari kesucian  taman ini. Meskipun perbuatan Kalian didasari suka sama suka tetap saja perbuatan kalian tidak dibenarkan!”

” Kamu iri kan melihat kemesraan kami? Dasar pemuda yang tidak laku ! Cintamu ditolak Ira. Jadi Kamu terus menguntit Kami terus! Pergilah jauh – jauh , Keparat!”.

Ketika padangan pemuda itu sedang ditujukan kepadaku, dan aku segera  menutup bagian dadaku yang agak terbuka. Dan secara tiba – tiba mas Arya melontarkan tinjunya ke hidung pemuda itu, dan darah pun mengucur dari hidung pemuda itu. Dan tak beberapa lama terjadilah perkelahian di antara kedua lelaki itu.

Tetapi tiba – tiba aku tak sadarkan diri,  yang ingat aku berada di rumah sakit. Dan Mas Arya lagi – lagi selalu menjadi juru selamat, dia selalu menemaniku ketika aku menghadapi  masa – masa kritis, dimana aku berada diujung maut.

Setelah aku sembuh,  aku mendengar dari ibuku  bahwa Mas Arya tidak pernah menemaniku di rumah sakit, tidak pernah memberikan ginjalnya untukku. Malah dia mengambil kembali semua barang pemberiannya.Ada sejuta sesal menyesak di dadaku, Dan yang lebih mengagetkan, bagai petir menggelegar di siang hari, sedangkan cuaca tidaklah  hujan, Ah, ternyata leleki yang teramat aku benci  telah rela memberikan ginjal untukku bahkan dia menjual semua hartanya  biaya rumah sakit. Dia pergi jauh, karena tak mau aku merasa berhutang! Itulah pesannya kepada ibuku,

16 pemikiran pada “Prompt # 21 : Untuk Cinta Apa Saja Kan Kulakukan!

  1. Pesannya: jangan terlalu membenci atau mencintai seseorang ya… ^^

    Sakit ginjalnya ini semacam dipaksakan ndak ya? Eum… lebih masuk akal jika Fathan dan Arya terlibat perkelahian. Tusuk-tusukan. Tapi pisaunya nyasar ke Ira. Trauma abdomen. Ginjalnya rusak hingga perlu diganti.

    Btw, masukan aja nih. Akan lebih enak dibaca jika sebuah kalimat yang terlalu panjang dipisah menjadi beberapa kalimat. Selain jelas SPOKnya, ini juga memberikan kesempatan pembaca untuk beristirahat. Dan emosinya akan lebih dapet *tsaaah*

    contoh:
    Tetapi tiba-tiba, aku tak sadarkan diri. Yang aku ingat, aku sudah berada di rumah sakit. Dan untuk kesekian kali, Mas Arya menjadi penyelamatku. DIa selalu menemaniku melewati masa-masa kritis. Ketika aku di ujung maut.
    Setelah aku sembuh, aku mendengar sebuah kenyataan yang mengejutkan. Menurut Ibu, Mas Arya tidak pernah menemaniku. Memberikan ginjalnya untukku pun tidak. Ia malah mengambil seluruh barang pemberiannya.
    Ibu membaca kebingunganku. Pertanyaan di dalam kepala tentang siapa yang menemaniku ketika ajal terasa dekat beberapa hari yang lalu.
    Ibu tersenyum dan membelai rambutku. “Fathan,” ujarnya.
    Aku menganga. Tidak percaya pada apa yang baru kudengar.
    “Dia jual semua yang ia punya. Demi kamu. Lalu pergi. Dan meminta Ibu agar mengatakan padamu untuk tidak perlu merasa berhutang budi,” lanjutnya.
    Kuraba bekas operasi di perut bagian kiri. Dan menangis.

    Maaf jadi panjang hehehe
    semangat ^^

  2. ceritanya bagus, tp ada beberapa kalimat yg kurang kata.
    bahkan dia menjual semua hartanya biaya rumah sakit >> kurang ‘untuk’
    dan masih beberapa kalimat lainnya.
    salam kenal🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s