Takdir Mimpiku


“Mas, boleh minta tolong tidak?”

“Minta tolong apa! Kamu kan tau untukmu tidak ada yang tidak mungkin aku lakukan. Sejauh ini aku selalu melakukan apa yang kamu mau. Kamu juga tau kan perasaanku padamu tak kan pernah berubah ditelan waktu!”

Berdiri ia lalu duduk di sampingku, agar meyakinkan bahwa ia membutuhkan pertolonganku. Semakin merapatkan  wajahnya ke bahuku dan tercium wangi khas parfumnya.

“Itu pun jika Mas bersedia menolongku, jika Mas tidak bersedia tidak apa – apa!”

“Ya,  Aku bersedia! Apa yang dapat aku bantu ?”

“Apakah aku akan merepotkanmu ,  Mas?”

“Tidak!”

“Apakah Mas tidak akan menyesal ?”

“Tidak !”

“Ayolah cepat katakan apa yang bisa Aku lakukan  untukmu!”

“Sabar, Mas!  Aku mau cerita panjang lebar. Tetapi Mas udah gak sabaran! “

Semerbak wangi rambutnya  dengan merk shampoo termahal menyengat hdungku, juga harum mulutnya yang selalu diarahkan ke wajahku seakan ingin menciumku. Aku pun secara tidak sadar mulutku menciumi rambutnya yang wangi. Dia wanita yang selalu meruntuhkan  iman setiap lelaki yang mendekatinya.

“Mas jangan kaget ya! Kalau aku sudah memiliki seorang bayi. Dan Mas tidak perlu banyak tanya  bapaknya siapa?”

“Lalu,,,,!” Aku mencoba menyembunyikan perasaan kagetku kenapa  dia harus memiliki seorang bayi dan sangat tak masuk akal.

“Aku ingin Mas merawat bayi ini dan menganggapnya sebagai anak sendiri. Mas tidak perlu khawatir mengenai biaya perawatan anak ini. Setiap  bulannya Aku akan transfer ke rekening Mas. Kalau Mas merasa agak repot , Mas cari Baby  Sitter atau Mas menikah aja!”

‘Gilaaaaaa,,,,! ” Pikirku mana mungkin aku merawat bayi, jadi seorang bapak pun aku belum pernah. Aku tidak terbayang bagaimana repotnya aku. Banyak waktu – waktu berhargaku akan terbuang sia – sia, hanya karena harus merawat bayi yang tidak jelas  bapaknya ini. Dan yang lebih parah lagi dia menyuruhku nikah!!

**

Di kamar kost yang berukuran  tigak kali empat meter persegi itu, kurebahkan diriku, kupandangi foto Tiara, wajah manisnya selalu menyungging senyuman. Dia amat berharap akan pertolonganku. Tiba – tiba aku dikagetkan  oleh alunan musik Gangnam Style  dari nada dering ponselku, dengan perasaan malas kuraih , setelah tahu siapa yang telepon aku jadi bersemangat.” Hallo, Ra !”

” Mas ada dimana sekarang?”

“Aku ada di tempat kost”

“Aku ke sana ya..!?”

“Apaaaa?” Sejenak aku tergugup, aku langsung menduga bahwa Tiara pasti akan menyerahkan bayi itu. Oh, bagaimana ini. Hatiku dag  dig dug, tak karuan!

“Mas Aku OTW, sampai ketemu di sana!”

***

Sore yang cerah,  mobil Avanza berhenti di depan parkiran sebuah tempat kost besar, duduk di belakang sopir seorang wanita cantik dengan menggendong seorang bayi mungil. Tak lama ia pun turun, langsung menuju salah satu kamar kost 212, dan pintu pun diketok perlahan.

‘” Mas Anton !  Mas Anton ! “

Ketukan pintu dan  suara yang sudah tidak asing lagi ditelingaku, yang suaranya  dan kehadirannya selalu kurindukan setiap waktu. Dan aku sudah bisa menebak apa maksud kedatangannya, bukan untuk mengobati rinduku padanya tetapi untuk menyerahkan bayi yang tidak jelas bapaknya.

****

Dari jendela belakang  mobil Avanza, Tiara tak henti – hentinya menatapku.

“Aku titip Bintang padamu, Mas.  Aku tak mau mengatakan yang sebenarnya bahwa bayi itu adalah anakmu. Waktu itu secara tidak sadar kita melakukanya, Aku tak mau kau tahu  itu!”

6 pemikiran pada “Takdir Mimpiku

  1. Banyak yang bisa dikritisi nih..🙂
    1. Kalimat jawaban tokoh pada percakapan pertama terkesan ‘marah’ karena ada tanda ‘!” di tiap ujung kalimat. Padahal kalimatnya sendiri menyatakan cinta.

    2. Kenapa Tiara tiba-tiba datang dan ingin menyerahkan bayi? Kemana dia selama -setidaknya- setahun sebelumnya? Dan kenapa ‘Aku’ mau begitu saja padahal dia merasa akan sangat kerepotan? Jika di awal cerita dikisahkan sekilas penyebabnya, mungkin akan jadi masuk akal. Misalnya : Tiara masih secantik dulu meski sudah setahun kami tak bertemu. Dan dia meminta bantuanku.

    3. “Apakah Mas tidak akan menyesal – Tiara.

    “Tidak !” – aku.

    “Ayolah cepat katakan apa yang bisa Aku lakukan untukmu!” – aku.

    “Sabar, Mas! Aku mau cerita panjang lebar. Tetapi Mas udah gak sabaran! “ – Tiara.
    Akan lebih baik jika kalimat jawaban ‘tidak’ digabungkan dengan kalimat berikutnya.

    4. Ada beberapa penulisan kapital yang belum pas, terutama pada kata ‘aku’.
    5. Gangnam Style dan bukan Gunnam Style. – ini sih poin nggak penting, abaikan saja. hehe-

    Terus menulis ya mas…🙂

  2. eh… ikutan kasi kritik boleh ya?
    1. Kalimat di paragraf 3 nih mas:
    Berdiri ia lalu duduk di sampingku, agar meyakinkan bahwa ia membutuhkan pertolonganku….
    aku terganggu dengan kata ‘lalu” dan keseluruhan kalimat ini. Menurutku urutannya masih bisa diubah agar menjadi kalimat yang lebih pendek jadi tidak banyak kata yang mubazir. karena FF itu harus seefektif mungkin kalimatnya (eh, aku juga masih sama2 belajar sih).
    2. sebenarnya keterangan dengan shampo termahal itu, kata termahalnya gak guna juga menurutku. Toh tidak ada keterangan lanjutan apapun di cerita ini tentang status ekonomi si pacar.
    3. Kejanggalan cerita adalah: selama ini mereka pacaran jarak jauh atau gimana ya? Kan orang hamil pasti melendung perutnya selama 9 bulan, masa iya selama 9 bulan itu si pacar gak tau apa-apa. Plus… setelah lahir ada waktu 3 bulan si ibu menyusui payudaranya membesar dan setiap satu atau dua jam sekali mengeluarkan asi dengan sendirinya. Jadi, suka basah sendiri bagian dadanya. Praktis selama 12 bulan itu gak mungkin rasanya pacarnya sama sekali gak tahu padahal dia cinta setengah mati sama pacarnya.

    dah segitu aja kritikku. maaf ya. tetap semangat ya mas..

    1. thanks masukannya , Mba Ade, sebenarnya cerita ini tentang pertemuan 1,5 tahun lalu,seorang pemuda di sebuah klub malam dengan wanita malam high class. Mereka berkenalan, pemuda itu mabuk dan dibwa ke apartemen wanita itu,,dan kini mereka bertemu lagi. tadinya jumlah cerita ini ada 1000 kata lebih. Nah, efek dari pemenggalan kata2 jadi rancu, kata atau kalimat pening jadi hilang. dan yang tidak penting jadi nongol,,,maksih sekali lagi atas masukannya..!

  3. wah… mas Riga kompre nih masukannya.😀
    walau gitu, suka ide cerita yang ingin disampaikannya mas.

    Btw mas Riga dan Mas Dede, ada lomba cerpen Gagas Media tuh – tentang Disabilitas (bisa lihat di blogku).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s