Potret


Dewi  bersimpuh di hadapan jasad suaminya, aku memiliki kesempatan  untuk mendapatkan Dewi , dia sudah janda, janda kembang pula.

“Aku turut berdukacita  atas wafatnya suamimu, Dew”

“Terima kasih” Dewi  menyahut sambil menerima uluran tanganku, air matanya berlinang

Aku pun jadi ingin tahu, seperti apakah suaminya Dewi itu. Kulihat di dinding sebuah potret pernikahan Dewi dengan… Astaga bukankah itu kakek yang tadi pagi kuserempet.

 

Kontes Unggulan Enam Puluh Tiga

2 pemikiran pada “Potret

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s