Prompt # 28 : Cintaku Terperosok


 

Koleksi Photo : Noichill

Semburat cahaya mentari senja itu begitu idahnya, kupacu mobilku  dengan kecepatan sedang-sedang saja. Beberapa. SMS  dan Misscall di handphone  kuabaikan. Aku tak mau mati konyol.

Tetapi tetap saja, suara di HP menggodaku untuk melihatnya. Ahh, mengapa tadi sebelumnya  tidak  ku-off saja. Semburat mentari begitu indahnya, terbayang  wajah  Sri Sulastri calon istriku.Dia suka sekali dengan mentari senja. 

Tiba – tiba di depan jalan ada genangan oli , aku kaget kuinjak pedal rem mendadak, tetapi  astaga remnya blong.

Bruuuukkk!

Mobilku terperosok ke parit  pesawahan, yang sudah sepi karena menjelang maghrib.Tak ada yang kan kumintai pertolongan .Alhamdulillah  aku tak luka sedikit pun. Aku mencari HP yang sejak tadi berbunyi, tetapi low battery. Aku tak bawa charger dan power bank.

***

Setelah sekian lama mendambakan istri cantik dan saliha, akhirnya hari ini  akan resmi berijabkabul.

“Bagaimana sudah dipersiapkankan semuanya, Jang” tanya Calon Mertua kepada pembantunya.

“Sudah tinggal menunggu penghulunya saja, Jurugan” sahut Ujang pembantu setia Juragan Karman, ayanya Sri Sulastri.

“Den Roy juga sudah  sejak malam  sampai, dan menginp di paviliun”

Suasana wara-wiri di rumah yang besar milik Juragan Karma kian  semarak ketika  rombongan besan datang. Sambutan oleh pihak  tua rumah pun dilakukan. Alunan musik khas sunda terus dibunyikan, dengan suara tidak terlalu keras.

“Wilujeung sumping, Juragan Karta.”Sapa Juraga Karman kepada Juragan karta calon besannya yang sekaligus juga saingan bisnisnya. Tetapi kini mereka tidak akan bersaingan lagi, bahkan mereka dapa berkolaborasi menjalankan bisnisnya.

Menghadapi pernikahan ini, aku begitu gugup. Perasaanku tak menentu. Takut akan segla kemungkian yang akan terjadi. Tetapi sebagai lelaki sejati aku harus tetap menghadapi dan menjalaninya.

“Ananda Roy Bin karta , saya nikahkan engkau dengan anakku Sri Sulastry Bin Karman dengan emas 10 kg dan  seperangkat alat sholat dibayar tunai…” Juragan Karman sebagai wali nikah menggerak tangannya memberi isyarat agar aku berijabkabul.

Tanpa pikir panjang aku pun berijabkabul. “Saya terima nikahnya dan kawinnya Sri sulastri Bin Karman dengan mas kawin tersebut dibayar  tunai!”

“Sahhh”

“Sahhh”

“Sahhhhhh”

***

Aku terperangah,  tersadar dari lamunanku, ternyata yang  duduk di pelaminan bukanlah Roy Bin Atmaja, yaitu aku. tetapi adalah Roy Bin Karta sahabatku sendiri dan sekaligus kompetitorku dalam memperebutkan hati Sri Sulastri.

“Roy, kita bersaing secara sehat untuk mendapatkan Sri Sulastri. Aku juga mencintai sebesar cintamu padanya, bahkan lebih besar.”

“Aku  sih terserah kepada Sri Sulastry.Memilihmu atau memilih aku.”

Sejak perkataan itu persahabatan kami sejak masa kecil menjadi renggang, karena cinta segi tiga ini. Ingin aku memberikan begitu saja Sri Sulastry kepadanya, tetapi hatiku  ini tak rela.

Sri Sulastry pun sudah memastikan bahwa akulah pilihan hatinya, dan aku pun bahagia mendengar.

***

Saat resepsi pernikahan mulai sepi, aku menyingkir ke taman belakang rumah besar itu. Suara degung dan gamelan sunda pun sudah tak terdengar lagi. Samar – samar terdengar suara orang terbahak-bahak.

“Hmm..jadi kamu bikin rem mobilnya blong. Kamu jahat, ihhh. Tetapi aku suka caramu, sayang.Akhirnya kita bisa hidup bersama. Tadinya aku khawatir tidak bisa hidup bersama.Kaulah ayah dari anakku yang kukandung kini ”ujar si perempuan dengan wajah sumringah bahagia,  sambil memeluk suami, dan mengelus perutnya.

Ternyata aku dikhianati !

2 pemikiran pada “Prompt # 28 : Cintaku Terperosok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s