Prompt # 29 : 27 Maret


 

Agak ragu juga aku memasuki sebuah toko buku unik ini. Unik karena toko ini bernuansa misteri dan horor. Padahal buku yang kucari tidaklah berhubungan dengan itu.

Keramahan penjaga toko juga tak terlihat dari wajah mereka. Yang kudapati hanya ketidakramahan, serta wajah mereka rata menyeramkan.

“Selamat malam, Mba. Apakah toko buku ini baru pertama kali buka di jalan ini?sebelumnya saya tidak pernah  melihatnya.”Kucoba beranikan diri untuk bertanya guna memupus kepenasarannku.

“Tidaaaak, Anda salah kami sudah setahun buka di sini. Kami buka tanggal 27 Maret 2012.”Jawab salah seorang dari mereka dengan wajah ketus dan wajah seramnya mendelik kepadaku.

“Masa sih, Mba? Saya sering lewat  dan menyusuri emperan toko-toko di sini, tetapi tak pernah menemui toko buku ini ini.”

“Sudah saya bilang kami sudah setahun di sini, Anda mungkin salah!”

“Anda jangan terlalu banyak tanya!”

Penjaga toko itu mulai marah dan tidak nyaman dengan berbebagai pertanyaanku.

“Sudah, jika memang terlalu tanya anda bisa meninggalkan toko buku ini!”

Wah, baru kali ini mendapati penjaga toko yang langsung menunjukkan ketidakramahannya, bahkan mau mengusir. Kata-kata  ‘Pembeli Adalah Raja’ tidak berlaku di sini. Sudah wajahnya seram-seram bak  hantu  di film-film horor,  sekaliling ruangan toko juga beraroma pembakaran  dupa dan kemenyan bercampuraduk dengan wangi Kembang Melati. Cahaya ruangan juga redup dan temaram.

Bagaimana aku dapat melihat judul bukunya, jika cahanya begini?”pikirku dalam hati.

Aku berjalan menyusuri lorong-lorong rak buku. Kuperhatikan judul – judul  buku – buku yang tersedia semuanya ber-genre mistis dan suprantural. Tak ada buku yang kucari di sini. Lagian, kenapa bodoh sekali aku mampir di toko ini.

Kuaalihkan sekejap pandanganku ke arah meja kasir, dan ternyata, astaga! para penjag toko itu sudah tak ada, entah kemana. Kucoba tuk mencari di sekeliling tetapi tak kutemui sosok-sosok mereka. Aku mulai curiga dengan apa yang sedang, terjadi bulu kuduk sudah mulai merinding, aku mulai dicekam rasa takut.

Aku terjebak di sini!

Tiba – tiba sebuah bayangan putih  berkelebat di pojok rak buku, aku mencoba untuk tak melihatnya. Kualihakan pandangan ke kolong  rak buku dan..tiba-tiba muncul sosok manusia cebol, yang ini mungkin tuyul, wajahnya menyeramkan sekali,

“Sett..setan!”terbata-bata aku berteriak, secepat kilat berlari.

“Bluk!”

“Bluk!”

“Aduhhh!”

“Aduhhhh!”

Kutabrak hantu-hantu cebol  itu, berlari ketakutan menuju pintu utama , tempat kasir dan penjaga toko tadi berkumpul, tetapi sialnya pintu terkunci.

Kucoba berbalik arah, tiba-tiba aku sudah berhadapan dengan sosok-sosok menyeramkan,wajah pucat pasi, rambut acak-acakan, kuku hitam memanjang, dan gigi-gigi menyeringai, bertaring dan manusia-manusia cebol tadi terlihat marah karena tertabrakku tadi. Keringat mengucur deras, kupejamkan mata pasrah akan keadaan, kurasakan kuku-kukunya makkluk-makhluk itu  dileherku. Kulafadzkan  sebuah ayat.

“Allahu laa ilahaa illa  huwal hayyul  qayyum. Laa  ta’khudzuhuu sinatuw wa laa nauum. Lahuu  maa fissamaati wa maa fil  ardhi..”

sebelum selesai  lafadz  suci ini,  tiba-tiba.

“Tas”

“Tas”

“Tas”

Sebuah benda cair berbau amis, pecah di kapalaku. Diikuti oleh tumplekkan tepung ke kepala dan wajahku.

“Surpriseeeeeee!”

“Happy birthday, Sayang!”

“Selamat ulang tahun, bro!”

“Met milad, Mas Broooo!”

Ternyata ini surprise ulang tahunku dari teman-teman dan kekasihku, 27 Maret.

9 pemikiran pada “Prompt # 29 : 27 Maret

  1. siang Mas.. FF yang bagus, kesan seremnya dapat tapi twistnya membuat saya berkerut kening. FF adalah cerita dengan twist yg mana sudah diarahkan penulis akan seperti apa tetapi dalam penceritaannya mengecoh pembaca.. Twist bahwa toko buku itu ternyata ulah sang kekasih agak membingungkan.. Apalagi si tokoh aku ga jelas juga kenapa dia masuk ke toko itu. Mungkin kalau dikasih tahu di awal kalau dia masuk ke toko itu karena anjian sama pacarnya twist akhirnya dapat.
    Anda huruf Anya harus selalu kapital
    Sekian dan terus menuliss

    1. terima kasih atas sarannya, ya emang gak twist. cuma terinspirasi sama kelakukan teman dulu yang bikin setan2an buat surprise ultahnya teman. ya betul sebenar mau ada janjian sama pacarnya itu di sebuah toko buku, tetapi nyasar ke toko buku itu. Saran yang sangat berharga dan membangun. Makasih ya, Ajenn08.

  2. ooo jadi “tas” itu suara telur? wkwkwkkwk saya malah baru tahu. kirain orang lain yg manggil si aku.

    setuju sama mbak ajen. agak membingungkan, kenapa si aku masuk ke toko buku itu. kalau memang ii untuk surprise (yg pastiny si aku ga tahu), giring pembaca kenapa si aku akhirnya masuk ke toko buku ini. kalu misal si aku ga masuk ke sini, padahal pacar sm temen2ya udah bikin surprise di situ, batal deh.
    baiknya, si aku di awal cerita sedang pergi ke toko buku sama pacarnya. nah pacarnya pengen ke toko buku itu. lalu selebihnya ceritakan alurnya seperti cerita di atas. jadi, tist-nya dapat dan logikanya juga ga patah. :))))))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s