Janji Allah Yang Menjamin Memberi Rezeki


DEDEPercayakah anda bahwa Allah SWT menjamin rezeki kita semua sebagai hamba-Nya. Rezeki yang ditaburkan Allah SWT pasti adanya, hanya saja kita malas untuk mencarinya. Ada banyak macam rezeki di dunia ini, karena kemalasan manusia saja yang membuat manusia agak sulit untuk mendapatkannya, dan terkadang pula mereka ambil jalan pintas untuk meraihnya, yaitu dengan cara-cara yang tak halal.

Benar juga kata seorang kawan, rezeki sudah ada yang mengatur jadi jangan takut untuk menikah dan punya anak banyak.

Apakah janji Allah yang menjamin memberi rezeki kepada hamba-Nya itu bisa dibuktikan? Jika tidak percaya , silahkan kita buktikan sendiri..

Sebagaimana Imam Az Zahidi pernah membuktikannya. Hal ini bukannya dia tidak percaya, namun semata-mata untuk memantapkan keyakinan bahwa Allah selalu menjamin rezeki kepada manusia.

Suatu ketika Az Zahidi melakukan petualangan, naik turun bukit, dan akhirnya sampailah di sebuah goa. Di tempat itu tak ada manusia yang pun yang dijumpainya. Dia berkata dalam hati, “Aku hendak mengamati bagaimana Allah memberiku rezeki di tempat ini , tempat yang sama sekali tak dijumpai tanda-tanda kehidupan.”

Sehari dua hari Az Zahidi berada dalam kesendirian. Perutnya lapar dan kerongkongan kering. Namun ia tetap yakin bahwa Allah akan memberikan rezeki kepadanya dengan  cara yang tak disangka-sangka. Keyakinannya begitu kuat. Sehingga pada hari ketiga ada segerombolan pedagang (tersesat jalan) dan sampai pula di tempat itu. Mereka sibuk mencari tempat untuk istirahaty ang dianggap aman. Lalu menemukan mulut goa . Mereka masuk ke dalam goa dan menemukan Az Zahidi terbaring tanpa bersuara sedikit pun. “Wahai engkau, siapakah dirimu?” Tanya mereka. Namun Az Zahidi tak menjawab. Mulutnya sengaja ditutup rapat-rapat.

Mereka berbicara dengan sesama temannya, “Kasihan orang ini. Dia hampir mati.”

“Goa ini terlalu lembab. Lihatlah tubuhnya kedinginan. Kita harus segera membuat bara api untuk menghangatkan!” kata yang lainnya.

Kemudian yang lainnya mempersiapkan susu. Ada yang menyediakan  madu untuk memulihkan tenaga orang tersebut. Namun Az ahidi menutup mulutnya rapat-rapat. Mereka harus memaksa agar madu dan susu bisa masuk ke dalam mulut sehingga orang itu tidak mati,

“Giginya dirapatkan.Sebaiknya kita cungkil saja sehingga memudahkan memasukkan makanan ke dalamnya!” kata mereka.

Sebelum dicungkil, Az Zahidi keburu membuka mulutnya dan tak kuat menahan tawa. Orang – orang yang tersesat menjadi heran. Dengan agak penasaran, salah satu mereka menghardik, “ Apakah kau sudah gila!

“Tidak, aku tidak gila. Aku masih waras.”

“Apa yang kau lakukan di dalam goa ini?”

“Aku ingin membuktikan sampai sejauh manakah Allah menjamin rezeki buatku dan buat hamba-Nya. Ternyata dengan cara apa pun, Allah tetap berkuasa memberi rezeki kepada hamba-Nya,” jawab Imam Az Zahidi.

Seperti juga firman Allah SWT dalam  Surah Huud ayat 6 :

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya . Semua tertulis dalam kita yang nyata (Lauh Mahfuzh)”

Dalam Surah At – Talaq Ayat 2 – 3 Allah SWT berfirman :

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menunjukkan kepadanya jalan keluar dari kesusahan, dan diberikanNya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, nescaya Allah mencukupkan keperluannya.”

So, jika demikian untuk apalagi kita bermalas – malasan dan meragukan rezeki yang sudah disediakan, cepatlah cari dan kejar rezeki itu. Orang Indonesia bukanlah orang yang malas, buktinya kita punya peribahasa yang membuktkan bahwa kita bukan orang malas.

“Jangan bangun siang, nanti rezeki keburu dipatok ayam,” artinya kita harus berlomba dalam mencari rezeki jangan sampai rezeki itu keburu disambar orang, tetapi tentu  juga dengan tidak mengecil arti Ukhuwah Islamiyah dalam memperebutkan reeki tersebut.

Selamt Pagi, Selamat Berebut Rezeki!

Parung, 10 Maret 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s